Jumat, 10 April 2020

Cara kreatif belajar Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif dari rumah di Tengah Pandemi Covid-19



   Sesungguhnya, saya pribadi tidak pernah terbayangkan bahwa dampak dari Pandemi Covid-19 ini sangatlah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak terkecuali, seorangpun yang tidak merasakan dampak dari Pandemi Covid-19 ini.
     Saya adalah Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang, Mahasiswa jurusan Komunikasi. Hari ini, saya akan bercerita bagaimana trik ataupun cara kami sebagai Mahasiswa untuk tetap produktif belajar selama Pandemi Covid-19. Khususnya saya akan bercerita cara kreatif belajar Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif dari Rumah selama masa Pandemi ini.
     Pada pertengahan Maret lalu, Pemerintah menegaskan untuk seluruh Sekolah dan Kampus diliburkan selama 2 pekan kedepan dan seluruh pembelajaran berpindah menjadi kuliah online. Ada beberapa mahasiswa merasa tidak begitu efektif dengan adanya metode kuliah online, menurut saya sendiri jelas sudah pasti berbeda dan sedikit tidak efektif, tidak sama dengan pertemuan kuliah biasanya.
     Sungguh bagi saya pribadi, saya merasa sedikit kesulitan untuk memahami materi metode penelitian komunikasi Kualitatif ini. Untuk mampu memahami materi Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif, kami diberikan acuan untuk membaca buku karangan Dr. Sugeng Pujileksono,M.Si oleh Dosen Pengampuh kami yakni Ibu Sumarni Bayu Anita,M.A, Didalam buku ini ada beberapa metodelogi penelitian mulai dari penelitian Survai, Penelitian Eksperimental, Penelitian Studi Kasus, Metode Etnografi,Metode Grounded Research/Theory, Metode Penelitian Fenomenologi, dan Etnometodologi.
     Dari buku ini juga membantu memudahkan kami dalam menentukan tema dan judul penelitian komunikasi, dibuku ini juga terdapat cara untuk mencari dan merumuskan masalah penelitian komunikasi, teknik pengumpulan data, teknik penentuan sampel bahkan sampai penulisan daftar pustaka pun didalam buku ini ada.
     Untuk mengantisipasi kejenuhan dalam memahami dan mengartikan semua maksud yang telah tertulis dalam buku tersebut kami sebagai mahasiswa komunikasi  kreatif mencari cara bagaimana metode kuliah ini tidak membosankan untuk kami. Dan dari berdiskusi dengan beberapa teman, akhirnya kami menemukan cara untuk membuat pembelajaran mata kuliah ini menjadi efektif dan menyenangkan.
      Mulai dari video call secara bersama  membahas beberapa materi yang tidak kami pahami untuk dijadikan bahan diskusi kami, atau bertanya pada dosen pengampu mengenai beberapa hal yang tidak kami mengerti.
     Dengan adanya kami saling berdiskusi satu sama lain, cara inilah menurut saya yang efektif untuk membuat kami sebagai Mahasiswa mampu memahami materi karena dari adanya argumentasi satu sama lain menuntut kami untuk berfikir secara kritis dan mendalam. Untuk bisa berfikir secara kritis dan mendalam menuntut kami untuk menjadi pembaca yang cermat dan teliti, memahami setiap makna yang telah dituliskan oleh si penulis buku atau si pembuat referensi.
Menurut saya, berdiskusi dan beragumentasilah cara yang paling efektif untuk memahami  Metode Penelitian Kualitatif dari rumah ditengah adanya pandemi ini. Tak lupa pula cara yang paling efektif dan kreatifnya adalah membaca buku dan membaca beberapa referensi dari google yang sudah jelas dan keakuratan datanya.
   Namun sesungguhnya pembelajaran yang paling efektif adalah pertemuan kuliah seperti biasanya. Bertatap muka langsung dengan dosen dan teman-teman, berdiskusi secara langsung dan lainnya.
     Dari adanya pandemic Covid-19 ini, menuntut kita untuk menjadi orang yang lebih kreatif agar tetap mengefektifkan seluruh kegiatan kita seperti biasanya.  Semoga Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan semua aktivitas kita berjalan seperti biasa dan semoga yang saat ini sedang sakit agar segera diangkat penyakitnya dan kita dapat hidup seoerti sediakala.

Sabtu, 25 Mei 2019

Manipulasi Waktu Dalam FIlm


      Dalam membuat film dengan setting waktu tertentu terkadang karena keterbatasan durasi film adalah sangat  tidak mungkin film maker membuat adegan dengan real time seperti waktu yang sebenarnya.
 a. Screen Time
    Yaitu melalui peristiwa yang dinampakkan dilayar misalnya hari, bulan, tahun dll. Biasanya untuk  memudahkan penonton, keterangan waktu itu ditunjukkan melaluipenulisan tittle atau subtitle di layar. Variasi  penampilannya pun beragam, bisa di tulis di layar kosong atau dibubuhkan padaa adegan atau gambar tertentu.  Missal : 6 tahun kemudian.
 b.Subjective Time
            Manipulasi waktu yang subyektif ini muncul melalui emosi atau perasaan yang ditunjukkan melalui acting  karakter. Dramatisasi acting ini juga bisa dibantu melalui gerakkan kamera dan editing.
      Contoh : gambar seorang laki – laki yuang cemas dan gelisah mondar-mandir di depan sebuah kamar bersalin di sebuah rumah sakit yang diedit dengan menggunakan trasisi dissolve untuk menunjukkan bahwa dia telah menunggu lama istrinya yang sedang melahirkan.  
 c.Compressed Time
             Manipulasi waktu dengan waktu yang dipampatkan biasanya dibuat melalui pembuatan sekwen, scene atau shit dengan setting waktu yang berbeda.bisa juga dibantu dengan penggunaan cut atau dissolve.  
      Contoh ; orang yang turun dari mobildi depan rumah disambung dengan dia menutup pintu dan duduk di ruang tamu. Menunjukkan dia sudah melalui proses berjalan dari mobil ke pintu dan menutupnya kembali lalu duduk, tanpa harus divisualisasikan seluruh proses
 d.Long Take
       Yaitu shot tunggal yang menunjukkan periode waktu tertentu yang kelihatan natural karena hampir sesuai dengan kenyataannya. Misal orang menarik uang dari ATM dengan proses yang urut meski tidak selama sesungguhnya tapi nampak real.
 e.Simultaneous Time
             Peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda tapi bersamaan dengan parallel editing atau cross editing.
      Contoh : foto suami istri di pigura yang jatuh di depan istri tersebut dengan kecelakaan yang dialami suaminya.
  f.Slow-motion
            Penggunaan efek memperlambat adegan untuk menunjukkan bahwa adegan dilakukan dengan cepat (contoh : million dollar man), atau bisa juga untuk menekankan efek dramatik adegan tersebut.
  g. Fast-motion
        Penggunaan efek mempercepat adegan untuk memperlambat adegan atau membuat kesan lucu. (contoh: tokoh pantomime di spontan).
   h.Reserve Motion
             Penggunaan adengan diulang untuk menunjukkan bahwa action tidak jadi dilakukan seperti orang yang terjun ke kolam ditarik sehingga tidak jadi. Sering digunakan untuk film komedi.
    i.Replay
          Pengulangan beberapa adegan yang dianggap penting untuk menunjukkan bahwa si karakter sedang mengingat apa yang pernah terjadi.
     j.Freeze-frame
               Penggunaan still foto atau tidak ada gerakan sama sekali untuk menunjukkan waktu yang telah berlalu dan kemudian berganti dengan adegan atau proses selanjutnya.
     k.Flashback
          Sebuah break si antar runtutan adengan untuk menujukkan apa yang pernah terjadi di masa lalu yang berhubungan dengan apa yang terjadi sekarang. Seringkali digunakan visualisasi yang berlainan antara masa kini dan masa lalu untuk mempermudah penonton memahami seperti penggunaan warna sephia atau black and white untuk masa lalu dibuat contrast dengan full colour untuk masa kini. Bisa juga menggunakan efek editing khusus seperti keliatan blitz dll.

Memahami (lagi) Gerakan Kamera (juga) Gambar


                                            Hasil gambar untuk kamera
. Gerakan Panning
   a.Tujuan fungsional/ teknis
          1.Mengikuti gerakan subyek / keinginan untuk menunjukan situasi 
          2.Menunjukkan bagian - bagian dimana bagian - bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
          3. Menunjukkan pemandangan secara keseluruhan
          4. Menghindari subyek atau obyek yang tidak diinginkan masuk dalam gambar

b.Tujuan artistik
1. Menghubungkan beberapa subyek yang tempatnya terpisah
2.Memperlihatkan hubungan bagian yang satu dengan bagian yang lainnya
3.Memperlihatkan sebab akibat
4. Mengalihkan titik perhatian penonton
5. Membangun keteganggan yang mempunya dampak penonton


2. Gerakan Pedestal Up

a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Melihat gerakan secara keseluruhan
2. Menghindari subyek atau obyek yang ada di foreground atau latar depan gambar
b.Tujuan artistik
1.Melihat subyek atau obyek dari atas ke bawah
2. Mengurangi kekuatan subyek
3.Mengurangi dominasi foreground

3.Gerakan Pedestal Down

 a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Mendapatkan level shots dari sunyek yang rendah letaknya
2.Mengambil gambar subyek atau obyek sekaligus dengan foregroundnya
3.Menghindari gerakan di belakang subyek
 b. Tujuan artistic
1.Meningkatkan perhatian penonton
2.Menambah kekuatan subyek

4.Gerakan Dolly /Track In

 a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Memperlihatkan aktivitas talent secara lebih rinci
2.Menghindari subyek atau obyek yang tidak diperlukan
3.Memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subyek atau obyek
4.Merubah titik perhatian gambar
5.Memperkuat subyek yang sedang menuju kamera
 b.Tujuan artistic
1.Menciptakan efek subyektif
2.Meningkatan ketegangan
3.Mengisi subyek yang mulai lemah dominasinya karena subyek menjauhi kamera
4.Mengalihkan perhatian penonton
5.Memusatkan perhatian
6.Memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7.Memperlihatkan subyek yang dinilai penting

5.Gerakan Dolly /Track Out
 a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Memperluas sudut pandangan
2.Memperlihatkan kedudukan subyek lebih banyak
3.Memperlihatkan kedudukan yang lebih luas
4.Menunjukkan informasi baru
5.Memperlihatkan masuknya subyek yang baru dalam gambar
6.Mengakomodasikan gerakan yang akan datang
 b.Tujuan artistik
1.Mengurangi dominasi
2.Menciptakan efek subyektif
3.Menunjukkan adanya suatu kejutan
4.Meningkatkan ketegangan
5. Menunjukkan adanya suatu hubungan

6.Gerakan Trauck/ Crub
 a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Melihat subyek dari sudut pandang yang lain, tanpa terjadi transisi gambar
2.Mengikutkan atau tidak mengikutkan subyek pada foreground maupun background
3.Memperbaiki posisi subyek yang salah letaknya
4.Menunjukkan adanya informasi ataupun subyek baru yang muncul dalam gambar
5.Mengkomposisikan
 b.Tujuan artistic
Merubah titik atau pusat perhatian penonton

7.Gerakan Following tracking/ mengikuti subyek
 a.Tujuan fungsional/ teknis
1.Pada close up , agar subyek tetap berada pada frame gambar, dengan maksud untuk memperlihatkan reaksi atau informasi secara rinci
2.Pada long shot, memperlihatkan aktivitas subyek pada suatu lingkungan atau hubungannya dengan subyek – subyek lainnya pada gambar
 b.Tujuan artistic
1.Menghubungkan subyek dengan lingkungannya
2.Menghindari adanya transisi gambar
3.Menghindari perubahan sudut pandang
4.Mempertahankan kontinuitas

B. KOMPOSISI GAMBAR
   Dalam menata gambar dalam film layar lebar biasanya, komposisi yang dipilih akan memberikan efek lain. Komposisi yang standard an lazin digunakan adalah penaruhan subyrk atau obyek gambar di tengah layar. Padahal sebenarnya variasi bisa diberikan dalam beberapa alternative.