Jumat, 29 Maret 2019

Tahap Produksi : Bermain Dengan Kamera


A.      Tipe Produksi
Yang termasuk dalam tahap produksi adalah proses perekaman baik gambar maupun suara secara langsung maupun terpisah. Oleh karena dalam tahap produksi ini dikenalkan beberapa tipe produksi yaitu:
1.      Single-System Production
Proses produksi film atau video dimana yang diambil hanya gambarnya saja atau videonya saja.
2.      Double-System Production
Yaitu proses produksi film atau video dimana yang diambil adalah gambarnya saja atau videonya sekaligus dengan audionya.
    Selain pengambilan gambar saja maupun digabung dengan pengambilan suara, pada tahap ini juga biasanya dilakukan Graphic and Animation Production/ produksi graphis dan animasi. Bentuknya bisa title,sub title,animasi rumah,gerak manusia,gerak hewan yang spesifik dimana tidak bisa diambil real shootnya. Dalam melakukan pengambilan gambar atau shooting perlu dipahami beberapa konvensi atau aturan dalam memproduksi video atau film yang berhubungan dengan kamera yaitu pembingkaian gambar,gerakan kamera serta angle kamera yang akan dibahas secara mendetail dalam uraian berikut ini.
B.      FRAME CUTTING POINT/UKURAN GAMBAR
1.      Extreme Close Up/ECU/XCU : Shot detail suatu objek,ex: mata
2.      Big Close Up/BCU/Tighy Close Up : Shot sangat dekat, ex: keseluruhan tinggi kepala memenuhi layar
3.      Close Up/CU/Full Close Up : Shot dekat,ex: dari leher atau bahu sampai sedikit diatas kepala
4.      Medium Close Up/MCU/Bush Shot/Chest Shot/Close Shot
Shot agak dekat, ex: memotong tubuh dari dada hingga kepala
5.      Medium Shot
Shot agak dekat sekitar ½ dari subjek, ex:dari pinggang sampai ke kepala
6.      Knee Shot/KS/3/4 shot/ Medium Long Shot/ MLS/ Medium Full Shot
Shot tiga seperempat obyek, ex:dari lutut sampai kepala
7.      Full Shot/FS
Shot objek secara penuh, ex:dari kaki sampai kepala
8.      Long Shot/LS
Shot jauh untuk menampilkan objek secara keseluruhan, ex: seseorang yang sedang berdiri ditaman dengan rumput dan tanaman disekitarnya yang menjadi background masuk dalam gambar
9.      Exteme Long Shot/ ELS
Shot sangat jauh yang memperlihatkan subjek lebih kecil dari backgroundnya, ex: orang yang berdiri diatas taman tadi terlihat kecil ditengah taman yang luas
   Gerakan Kamera
·         Panning (Pan Right,Pan Left)
Yaitu pergerakan kamera secara horizontal tanpa mengubah posisi kamera. Disebut dengan Pan Right jika kamera bergerak dari kiri ke kanan secara horisontal dan sebaliknya disebut dengan Pan Left jika kamera bergerak secara horisontal dari kanan ke kiri.
Ada beberapa jenis gerakan pan yang meskipun gerakan dasarnya sama tapi  maksud dan tujuan penggunaannya berlainan yaitu:
a.      Following Pan
yaitu jenis gerakan panning yang sangat standar yaitu menggerakan kamera tanpa mengubah posisi kamera dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan tanpa dengan cara mengikuti atau menyusuri subjek untuk melihat hubungan antara subjek dengan lingukngan disekitarnya.
b.      Survening Pan
Dalam gerakan ini kamera akan menyusuri subjek baik berupa deretan orang atau rumah maupun pemandangan secara perlahan-lahan sehingga penonton bisa melihat apa yang sedang dan akan terjadi
c.       Interupted Pan
Gerakan panning yang semula perlahan-lahan menyusuri sebuah objek tapi dengan tiba-tiba berhenti untuk menghubungkan dengan dua buah subjek yang tadinya terpisah antara satu dengan subjek lainnya.
d.      Whipe Pan
Yang disebut dengan whipe pan adalah gerakan panning yang dilakukan dengan sangat cepat sehingga terkadang penonton tidak dapat melihat gambar secara rinci.
Meskipun begitu gerakan ini dapat menciptakan hubungan yang dinamis antara subjek-subjek seperti:
1.      menghubungkan titik pandang yang berbeda pada scene yang sama
2.      menciptakan kontinuitas titik perhatian
3.      merubah titik perhatian
4.      memperhatikan sebab akibat
5.      memberikan perbandingan
6.      memperpendek waktu
7.      menyebabkan perubahan-perubahan nilai dramatik
·         Tilting (Till Up, Till Down)
          Berbeda dengan panning, gerakan yang disebut Tilting adalah pergerakan kamera secara vertikal tanpa mengubah posisi kamera. Oleh karena itu kamera secara vertikal kamera dari atas ke bawah disebut dengan Tilt Down, sedangkan dari bawah keatas diberi nama Tilt Up.

·         Dollly/Track (Dolly in/Dolly Out, Track in/Track Out)
adalah pergerakan kamera mendekati atau menjauhi objek baik handheld, dengan tripod maupun dengan menggunakan dolly atau rel. Untuk gerakan yang mendekati objek disebut dengan dolly in atau track in, sedangkan yang menjauhi objek disebut dengan dolly out atau track out.

·         Arch/Arching (Arch left,arch right)
Pergerakan kamera dolly atau track yang mengitari subjek biasa disebut dengan arching atau revolve tracking adalah gerakan kamera dimana kamera seolah-olah berusaha membuat lingkaran virtual atas subjek yang ada ditengahnya.

·         Follow Tracking (follow track right,follow track left)
Pergerakan kamera dolly atau track yang dilakukan dimana kamera bergerak sejajar dengan gerakan dari objeknya. Ketika kamera bergerak ke kiri sejajar dengan objek maka disebut dengan follow track left.  Demikian juga sebaliknya ketika kamera bergerak ke kanan sejajar dengan subjek maka disebut dengan follow track right

1.       Pedestal/Boom (Pedestal/Boom/Elevate Up, Pedestal/Boom/Elevate Down)
Pergerakan kamera diatas alat bantu bernama pedestal yang merupakan penyangga atau landasan kamera yang mampu digerakkan naik dan turun. Ketika pedestal dinaikkan dengan sendirinya kamera ikut bergerak naik dan gerakan ini disebut dengan pedestal/boom down atau elevate down. sedangkan jika pedestal dinaikkan maka gerakan kameranya disebut dengan pedestal/ boom up atau elevate up.

2.       Crane/Boom (Crane Up/down, boom up/down)
Sama dengan gerakan pedestal yang bisa naik turun,alat bantu penyangga kamera yang bernama crene atau sering disebut dengan belali kamera ini juga bisa digerakkan naik dan turun. Pergerakan kamera turun dengan alat bantu crane yang juga disebut dengan crane down, dan jika crane membawa kamera bergerak naik maka gerakannya disebut crane up.

3.       Zooming (Zoom in, Zoom out)
Selain pergerakan kamera secara mandiri maupun melalui alat bantu, maka terdapat pula pergerakan kamera yang ditentukan oleh gerakan lensanya. Pergerakan kamera yang mendekati subjek secara optis atau menambah panjang fokal lensa dari sudut sempit ke sudut lebar disebut dengan zoom in. Sementara pergerakan kamera yang menjauhi objek disebut zoom out.

4.       Crab/Truck (crab left/right, truck left/right)
Pergerakan kamera yang menggeser kamera kesamping baik ke kiri maupun ke kanan. Pergerakan kamera yang menyamping ke kiri disebut truck/crab left,sedangkan yang menyamping ke kanan disebut dengan truck/crab right.

5.       Angle/ sudut pandang kamere
a.       Straight/ Normal/ Eye-level Angle
Merupakan sudut pengambilan gambar yang normal dimana kamera mengambil gambar subjek dengan ketinggian normal(sejajar mata orang dewas) Biasanya ketinggian kamera adalah setinggi dada orang dewasa. Sudut pengambilan gambar yang normal ini biasanya digunakan pada acara yang gambarnya tetap.
b.      Low angle
Kamera mengambil gambar subjek dari bawah yang menampakkan subjek mempunyai kekuatan yang lebih menonjol kekuasannya. Efek dramatik yang ditunjukkan melalu low angle ini adalah menunjukkan superioritas objek kamera.
c.       High angle
Berlawanan dengan low angle, high angle menempatkan kamera lebih tinggi dari objek. Efek dramatik yang timbul dari kamera diatas objek ini adalah berkurangnya superiritas subjek sekaligus melemahkan kedudukannya.

Tidak ada komentar: