Nama: Rizki Fitriani
NPM : 01.017.045
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi
Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A
Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A
Indonesia
memiliki banyak sekali destinasi(tujuan) wisata, yang menarik dan indah
dipandang mata. Seperti, Bali dengan indahnya Pantai Kuta, Jakarta dengan paras
memesona Tugu Monasnya serta Palembang dengan Jembatan Amperanya yang menjulang
tinggi. Dan kini, Kota Palembang memberikan destinasi baru yang terletak di 3-4
ulu, kecamatan seberang ulu I Palembang. Apa destinasi baru tersebut?
Penasaran? Destinasi baru ini adalah Pasar Baba Boentjit yang berdiri dengan
kokoh, berkonsep tiongkok, dan Pasar Baba Boentjit ini yang mengajarkan
beberapa nilai budaya lokal.
Pasar Baba Boentjit ini diperkenalkan oleh
Generasi Pesona Indonesia(GenPI) Sumatera Selatan. Pasar Baba Boentjit ini berdiri sejak 300
tahun yang lalu. Pengunjung harus menyebrangi sungai musi dengan menggunakan
perahu kecil yang berdurasikan selama 5-10 menit untuk bisa sampai ketempat
ini. Dan pengunjung tak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam,karena
penyebrang untuk bisa sampai ke Pasar Baba Boentjit hanya dengan tarif Rp.5000 –
Rp.10.000. Murah bukan? Untuk menikmati indahnya destinasi baru ini.
Ketika sampai ditempat ini, saya memperhatikan
orang-orang disekeliling saya, ada ratusan orang yang sangat antusias untuk
bisa sampai ketempat ini, membuktikan partisipasi masyarakat Palembang yang
masih sangat tinggi. Terlihat dari beberapa pengunjung sedang melakukan foto
hunting, mencicipi makanan khas Palembang, dan mengikuti lomba yang telah
diadakan oleh panitia GenPI Sumatera Selatan.
Langkah saya tertahan, ketika saya melihat
salah satu pengunjung yang begitu antusias mengambil potret Rumah Oeng Boen Tjit.
Pengunjung ini bernama, Widodo Suhamdani yang bertempat tinggal diSekip Ujung.
Widodo sengaja menyempatkan diri untuk datang kesini karena nalurinya sebagai
masyarakat Palembang untuk menyambut destinasi baru ini. “Rumah Oeng Boen Tjit
ini mengingatkan kita tentang sejarah budaya lokal. Namun, sayangnya lingkungan
sekitar Rumah Oeng Boen Tjit ini kurang mendukung, mungkin kedepannya bisa ditambah
dengan pondok kecil di pinggiran Rumah Oeng Boen Tjit ini agar pengunjung dapat
beristirahat dan menghirup udara segar sambil menikmati indahnya pemandangan
Jembatan Ampera dan bentangan Sungai Musi yang luas.” Ujar Widodo.
Pengalaman
yang sangat menarik untuk bisa sampai ke Pasar Baba Boentjit, dari sini kita
akan selalu mengingat bahwa kini Palembang telah mempunyai satu destinasi baru
yang memiliki nilai sejarah budaya.