Rabu, 29 November 2017

Destinasi Baru di Kota Pempek "Pasar Baba Boentjit"

Nama: Rizki Fitriani
NPM : 01.017.045
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi
Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A

Destinasi Baru di Kota Pempek “Pasar Baba Boentjit”



Indonesia memiliki banyak sekali destinasi(tujuan) wisata, yang menarik dan indah dipandang mata. Seperti, Bali dengan indahnya Pantai Kuta, Jakarta dengan paras memesona Tugu Monasnya serta Palembang  dengan Jembatan Amperanya yang menjulang tinggi. Dan kini, Kota Palembang memberikan destinasi baru yang terletak di 3-4 ulu, kecamatan seberang ulu I Palembang. Apa destinasi baru tersebut? Penasaran? Destinasi baru ini adalah Pasar Baba Boentjit yang berdiri dengan kokoh, berkonsep tiongkok, dan Pasar Baba Boentjit ini yang mengajarkan beberapa nilai budaya lokal.
 Pasar Baba Boentjit ini diperkenalkan oleh Generasi Pesona Indonesia(GenPI) Sumatera Selatan.  Pasar Baba Boentjit ini berdiri sejak 300 tahun yang lalu. Pengunjung harus menyebrangi sungai musi dengan menggunakan perahu kecil yang berdurasikan selama 5-10 menit untuk bisa sampai ketempat ini. Dan pengunjung tak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam,karena penyebrang untuk bisa sampai ke Pasar Baba Boentjit hanya dengan tarif Rp.5000 – Rp.10.000. Murah bukan? Untuk menikmati indahnya destinasi baru ini.
 Ketika sampai ditempat ini, saya memperhatikan orang-orang disekeliling saya, ada ratusan orang yang sangat antusias untuk bisa sampai ketempat ini, membuktikan partisipasi masyarakat Palembang yang masih sangat tinggi. Terlihat dari beberapa pengunjung sedang melakukan foto hunting, mencicipi makanan khas Palembang, dan mengikuti lomba yang telah diadakan oleh panitia GenPI Sumatera Selatan.  
 Langkah saya tertahan, ketika saya melihat salah satu pengunjung yang begitu antusias mengambil potret Rumah Oeng Boen Tjit. Pengunjung ini bernama, Widodo Suhamdani yang bertempat tinggal diSekip Ujung. Widodo sengaja menyempatkan diri untuk datang kesini karena nalurinya sebagai masyarakat Palembang untuk menyambut destinasi baru ini. “Rumah Oeng Boen Tjit ini mengingatkan kita tentang sejarah budaya lokal. Namun, sayangnya lingkungan sekitar Rumah Oeng Boen Tjit ini kurang mendukung, mungkin kedepannya bisa ditambah dengan pondok kecil di pinggiran Rumah Oeng Boen Tjit ini agar pengunjung dapat beristirahat dan menghirup udara segar sambil menikmati indahnya pemandangan Jembatan Ampera dan bentangan Sungai Musi yang luas.” Ujar Widodo.


 



Pengalaman yang sangat menarik untuk bisa sampai ke Pasar Baba Boentjit, dari sini kita akan selalu mengingat bahwa kini Palembang telah mempunyai satu destinasi baru yang memiliki nilai sejarah budaya.

Tidak ada komentar: