Nama: Rizki Fitriani
NPM : 01.017.045
Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Psikologi
Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A
Dosen: Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A
Produser : Ron Howar dan Brian
Grazer
Penulis : Akiva
Goldsma dan Sylvia
Nasar(Buku)
Pemeran : Russell Crowe,Jennifer
Connelly,Ed
Harris,Paul
Bettany,
dan Christopher Plummer
Musik : James
Horner
Sinematografi : Roger Deakins
Penyunting : Daniel P.Hanle dan Mike Hill
Distributor : Universal Studios dan Dream Works
Tanggal Rilis : 21 Desember 2001
Durasi :135 menit
Negara : Amerika Serikat
Bahasa : Inggris
Setiap orang memiliki prinsip
hidup yang berbeda, menyikap suatu masalah dengan cara yang berbeda dan
karakteristik yang berbeda juga. Dari film “A Beautiful Mind” dapat kita simpulkan
bahwa pribadi dalam tokoh ini adalah pribadi introvert, yang menarik diri dari
lingkungan sekitarnya. saya menganalis film ini melalui link https://www.youtube.com/watch?v=bgfZ7db0e6I
Film a beautiful mind, menceritakan tentang perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash,Dia adalah seorang matematikawan jenius tetapi tak simpatik dan agak apatis. Kisahnya dimulai pada tahun 1947 ketika dia bersekolah di perguruan tinggi Princeton. John Nash merupakan mahasiswa yang unik, ia tidak menyukai perkuliahan dan suka membolos,karena menurutnya berkuliah hanya membuang waktu dan mengekang kreativitas seseorang dan hanya membuat otak tumpul. John Nash lebih banyak meluangkan waktu diluar kelas demi mendapatkan ide dan teori baru untuk meraih gelar doktornya. Berkat kegigihan dan ketekunannya ia di terima dipusat penelitian bergengsi,Wheeler Defense Lab di MIT,sebagai peneliti sekaligus menjadi dosen disana.
John Nash memiliki teman sekamar yang bernama Charles Herman yang memiliki keponakan gadis kecil yang bernama Marcee. Charles Herman sangat mengerti dan memakluminya. John Nash,hanya berteman dengan Charles Herman. Tapi,ternyata Charles hanyalah teman halusinasinya. Tanpa John Nash sadari bahwa selama ini dia mengidap penyakit schizophrenia, penyakit yang sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya dan penyakit ini adalah penyakit yang tidak bisa membedakan antara halusinasi dan kenyataan.Film a beautiful mind, menceritakan tentang perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash,Dia adalah seorang matematikawan jenius tetapi tak simpatik dan agak apatis. Kisahnya dimulai pada tahun 1947 ketika dia bersekolah di perguruan tinggi Princeton. John Nash merupakan mahasiswa yang unik, ia tidak menyukai perkuliahan dan suka membolos,karena menurutnya berkuliah hanya membuang waktu dan mengekang kreativitas seseorang dan hanya membuat otak tumpul. John Nash lebih banyak meluangkan waktu diluar kelas demi mendapatkan ide dan teori baru untuk meraih gelar doktornya. Berkat kegigihan dan ketekunannya ia di terima dipusat penelitian bergengsi,Wheeler Defense Lab di MIT,sebagai peneliti sekaligus menjadi dosen disana.
John Nash mulai berubah ketika ia diminta untuk memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Soviet. Disana, ia bertemu dengan agen rahasia William Parcher. Dari agen rahasia ini, ia diberi pekerjaan sebagai mata-mata. Pekerjaan barunya ini membuat John Nash terobsesi sampai ia lupa waktu dan hidup didunianya sendiri. Diwaktu sibuknya ini John Nash bertemu dengan Alicia Larde,saat itulah John Nash menyadari bahwa dirinya juga membutuhkan cinta dalam hidupnya. Akhirnya mereka memutuskan menikah dan hidup bersama. Sayangnya, setelah menikah penyakit John Nash bertambah parah, dirinya selalu merasa hidup dalam ancaman bahaya dan ketakutan yang luar biasa. Suatu hari, saat John Nash menjadi pembicara disebuah seminar seorang dokter yang bernama Dr.Rosen seorang ahli jiwa memperhatikan, menangkap dan membawa dirinya kerumah sakit jiwa. Dari sanalah istrinya mengetahui bahwa John mengidap Paranoid Schizophrenia.
·
Analisa: Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan prilaku dan sikap dirinya yang aneh. Orang melihatnya dia suka berbicara sendiri dan melakukan sesuatu diluar penalaran manusia. Dirinya juga sulit mengontrol emosi dan dia juga sulit berinteraksi dengan orang sekitar. Dalam film tersebut John dibawa kerumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatkan ECT(Electroshock Therapy). Efek samping dari ECT kelupaan atau gangguan memori. Selama menjalani perawatan dirumah sakit jiwa John menjalani perawatan dirumah dengan obat Psikoterapy. Efek pemakaian obat tersebut yaitu sulit berkonsentrasi,sulit untuk berfikir dan tidak memiliki gairah seksual.
Analisa: Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan prilaku dan sikap dirinya yang aneh. Orang melihatnya dia suka berbicara sendiri dan melakukan sesuatu diluar penalaran manusia. Dirinya juga sulit mengontrol emosi dan dia juga sulit berinteraksi dengan orang sekitar. Dalam film tersebut John dibawa kerumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatkan ECT(Electroshock Therapy). Efek samping dari ECT kelupaan atau gangguan memori. Selama menjalani perawatan dirumah sakit jiwa John menjalani perawatan dirumah dengan obat Psikoterapy. Efek pemakaian obat tersebut yaitu sulit berkonsentrasi,sulit untuk berfikir dan tidak memiliki gairah seksual.
·
Selain
terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa
dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong
untuk mulai berinteraksi sosial dengan kembali mengajar seperti biasanya, dan dorongan untuk
tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu
penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi
stressor bagi penderita.
Setelah saya
menganalisa film ini, ada 3 kesimpulan yang saya ambil,yaitu:
·
Pentingnya
bergaul dengan orang lain
·
Pentingnya
membicarakan sesuatu atau berdiskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
·
Pentingnya
menjadi pribadi yang terbuka dan mengatakan apa yang kita inginkan. Karena
tidak setiap yang kita inginkan dapat dimengerti oleh orang lain.
Karena
kegigihan serta kesabaran istrinya, John bisa bangkit dan sembuh dari
penyakitnya serta ia menerima hadiah Nobel pada tahun 1994, disaat ia telah memasuki usia senjanya. Dia berhasil melawan halusinasinya dan hidup dengan kembali normal. Film
ini banyak mengajarkan tentang kehidupan untuk saling menghargai, dan
pentingnya peran keluarga sebagai pendorong untuk terus bangkit dari sesuatu
yang buruk.Kita mampu melewati apa yang kita fikir tidak mampu untuk dilewati ini semua karena kemauan dan dorongan dari orang sekitar kita.
Pesan berharga yang saya dapat dari film ini,adalah:
Memilih meninggalkan dan mengakhiri segalanya adalah hal yang mudah. Tetapi saat kita tetap berada disamping seseorang dalam kondisi apapun itu adalah hal luar biasa dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar menyayangi kita. Hargai apapun yang kita miliki hari ini. Karena bisa jadi yang kita miliki hari ini adalah impian tertentu bagi orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar