Sabtu, 25 Mei 2019

Konvensi Dalam Film

Konvensi Dalam Film
a.      Pengertian Film
Konvensi lebih merupakan kesepakatan terhadfap masing-masing prinsip dasar mengenai sesuatu hal. Dalam kaitannya dengan film, konensi diartikan sebagai penerapan prinsip pada film yang dapat diterima atau diyakini audience
Konvensi kadangkala tidak dapat diterima oleh seluruh audience film tapi hanya sebagian audience saja. Konvensi bukanlah sesuatu yang besifat statis karena konvensi akan berkembang dan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan jaman.
b.      Macam-macam Konvensi
1.      Continuity Film
Continuity film atau scene adalah sebuah penggambaran secara literal atau harafiah realitas hidup dalam keadaan yang dapat dipercaya dengan tatanan kronologis yang runtut
Contoh: Gambar CU wajah laki-laki yang berpaling ke kiri sambil tersenyum. Kemudian disambung dengan gambar MS wajah perempuan yang berpaling ke kanan sambil tersipu malu maka penonton akan memahami bahwa si perempuan tersebut memberikan reaksi  yang cenderung menerima maksud si laki-laki.
2.      Dynamic Film
Istilah lainnya adalah Non Continity Film yang tentu saja sangat berbeda dengan kontinuity film, karena dynamic film ini ditandai oleh sifatnya yang dokumenter dan mengandung unsur fantasi.
Karakter dasarnya adalah kontinuitasnya tidak ditentukan oleh action dan dialog yang runtut guna memperoleh kesan realistis, tapi disandarkan pada penciptaan efek-efek visual tertentu yang asosiatif secara cermat.
3.      Frame
Merupakan pemilihan gambar dan suara yang dilakukan oleh pembuat film untuk membingkainya secra baik serta menyambung-nyambungnya dalam sebuah kesatuan utuh.
4.      Visual Thinking
Merupakan cara melihat segala aspek kehidupan yang hendak dituangkan dalam film sebatas yang mampu terekam dalam bidang frame untuk kemudian ditata sesuai dengan keinginan pembuat film.
5.      Mise en Scene
Adalah setting yang merupakan suasana dimana karakter hidup. Mungkin pas dan mungkin juga tidak. Oleh karena itu pembuat film harus memanfaatkan beberapa elemen yang menghidupkan suasana ini meliputi property,figures(people,animals,etc),costume,color,and framing.
 

Tidak ada komentar: