a. Pola Naratif
Bentuk naratif
merupakan sebuah bentuk penceritaan yang peristiwanya memiliki hubungan sebab
akibat yang jelas dan terjadi dalam ruang serta waktu yang jelas pula. Dikarenakan
penceritaan dalam film didasari oleh sastra dan drama, maka bagaimanapun juga
selain adanya story, tentunya penceritaan itu terbagi lagi menjadi plot. Selain
naratif di dalam film memiliki struktur yang berbeda dengan sastra (roman)
maupun drama, yaitu setidaknya ada dua struktur besar, Struktur Hollywood
Klasik (dikenal di Indonesia dengan Struktur 3 Babak) dan lawannya, Struktur
Art Cinema Naration.
1.
Struktur
Naratif
yaitu film yang menggunakan struktur bercerita yang
menyampaikan sebuah kisah atau pesan tertentu dimana biasanya cara berceritanya
menggunakan urutan kronologis peristiwa.
2.
Proses
Penulisan Pola Naratif
Basic Story idea, Narrative Synopsis Outline,Scene
Outline,First Draft.
3.
Teknik
Naratif
4.
Point Of
View
b.
Pola
Non-Naratif
Bentuk ini bukannya
tidak bercerita, hanya saja cara menceritakannya berbeda dengan nartif yang
seperti orang mendongeng, maka cara bercerita non-naratif ini sangat beragam.
1.
Categorical
Film dibuat
kategori agar dapat dikumpulkan per sub-temanya. Bordwell mengibaratkan cara
ini seperti memasuki supermarket dimana setiap barang akan dikategorikan
menurut jenisnya dan bukan merknya. Banyak film dokumenter yang masuk dalam
wilayah ini, misalnya film dokumenter musik, film behind the scene dan
sebagainya.
2.
Rethorical
Film ini memiliki
persuasi yang kuat untuk mempengaruhi penonton sehingga kesan propaganda
melekat erat dalam bentuk ini. Film yang banyak menggunakan metode ini adalah
film iklan dan dokumenter propaganda, seperti film dokumenter dari jenis
company profile ataupun dokumenter yang dibuat oleh Leni Refensthal (Triumph of
the Wheel, Day of Freedom dan Olympia) dan Frank Cappra (Why We Fight
?).kusen_dony_hermansyah
3.
Abstract
Penceritaan film
ini mengikuti sebuah usaha untuk mengeluarkan suatu ekpresi paling dalam dari
pembuatnya. Umumnya sulit untuk dicerna oleh penonton, namun karena didasari
oleh kebebasan berekspresi sehingga sering permasalahan penonton tidak lagi
menjadi yang utama. Film eksperimental atau sekarang dikenal dengan video art
adalah contoh dari film dengan bentuk abstrak, seperti film-film dari Hans Richter,
Walter Ruttman, Luis Bunnuel dll. Selain itu juga ada beberapa video musik
menggunakan bentuk ini.
4.
Associational
Film-film dalam
bentuk ini sekilas mirip dengan bentuk abstrak, namun sesungguhnya sangatlah
berbeda. Film bentuk ini biasanya menggunakan gambar-gambar yang tidak memiliki
hubungan ruang, waktu ataupun peristiwa, namun memiliki tujuan yang sama untuk
mengarah pada sau tema atau sub-tema penceritaan. Dokumenter dengan jenis
association picture story menggunakan bentuk ini, seperti karya Man With A
Movie Camera (Dziga Vertov), Powwaqqatsi (Geodfrey Regio), Baraka (Ron Fricke),
menggunakan juga video musik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar