A PRIVATE WAR FILM
Merupakan film cerita perdana yang disutradarai
oleh Matthew
Heineman yang sebelumnya lebih dikenal atas pengarahannya
bagi film-film dokumenter seperti Cartel Land (2015) – yang mendapatkan nominasi
Best Documentary Feature di ajang The 88thAnnual Academy
Awards – serta City of Ghosts (2017), A Private Waradalah
sebuah drama yang mengupas sekelumit kisah dari kehidupan wartawan perang
legendaris asal Amerika Serikat, Marie Colvin. Dengan naskah cerita yang ditulis
oleh Arash
Amel (Grace of Monaco, 2014) berdasarkan artikel tentang
Colvin, Marie
Colvin’s Private War, yang
ditulis oleh Marie Brenner untuk majalah Vanity
Fair, A
Private War mencoba untuk menyelami jiwa dan pemikiran Colvin
(Rosamund
Pike) yang terus mendorongnya untuk maju ke garda terdepan
deretan konflik dan peperangan yang ada di berbagai belahan dunia guna
mendapatkan sajian berita dengan nilai kebenaran yang akurat. Keberanian (dan
kejujuran) yang membuatnya menjadi salah satu jurnalis paling dihormati dunia
hingga saat ini. Berusaha untuk memberikan garapan yang sesuai atas
perjalanan panjang karir Colvin – yang telah meliput dan terjun langsung ke
berbagai wilayah konflik dunia seperti Timur Tengah, Chechnya, Kosovo, Timor
Timur, Sri Lanka, Libya, hingga Syria semenjak ia bekerja sebagai jurnalis di
The Sunday Times pada tahun 1985 – jelas bukanlah sebuah hal yang mudah untuk
dilakukan. Pilihan Heineman dan Amel untuk mengerdilkan wilayah
penceritaan A Private War hingga beberapa tahun sebelum
liputan terakhir Colvin yang dilakukannya di Syria pada tahun 2012 terasa cukup
cerdas, khususnya ketika Amel berhasil membangun momen-momen dalam linimasa
pengisahan tersebut menjadi momen-momen yang sekaligus dapat memberikan
penonton sudut pandang yang efektif akan kehidupan Colvin – baik dari sisi
karir maupun personalnya. Sayangnya, pengisahan A Private War terasa
lebih berminat untuk mengisahkan kehidupan sang karakter utama berdasarkan
deretan peperangan yang ia lalui daripada memberikan sentuhan yang lebih intim
dan personal melalui pemikiran-pemikiran Colvin. Bukan sebuah penggarapan
cerita yang buruk namun kurang mampu untuk tampil lebih mengikat.
Usaha untuk menghadirkan rangkuman deretan konflik yang dilalui
oleh karakter Marie Colvin dalam naskah cerita A Private War juga
berdampak tidak terlalu baik bagi pengembangan berbagai konflik maupun karakter
sekunder yang berada di sekitar karakter utama. Banyak karakter pendukung dalam
film ini, mulai dari karakter Sean Ryan (Tom Hollander) yang merupakan pimpinan dari
karakter Marie Colvin, fotografer Paul Conroy (Jamie Dornan)
yang menemani karakter Marie Colvin hingga akhir hayatnya, hingga karakter Tony
Shaw (Stanley
Tucci) yang menjalin hubungan asmara dengan karakter Marie
Colvin, tampil dengan galian kisah yang begitu dangkal – jika tidak ingin
menyebut kehadiran mereka sebagai sia-sia. Hal yang sama juga terasa pada
problema kejiwaan yang dikisahkan terjadi pada sang karakter utama yang tidak
pernah mampu disampaikan secara kuat dan utuh. Padahal, banyak diantara
karakter pendukung dan konflik sampingan yang disajikan A Private War mampu
menciptakan sentuhan-sentuhan emosional di sepanjang 110 menit durasi
pengisahan film.
Dengan pengalamannya dalam menggarap film-film dokumenter yang
juga membahas berbagai konflik dan peperangan, tidak mengherankan jika Heineman
mampu menghadirkan banyak ketegangan dalam alur pengisahan A Private War.
Gambaran akan dunia konflik, yang seringkali dikisahkan menjebak karakter Marie
Colvin untuk berada di pertengahannya, berhasil digarap dengan kualitas
produksi yang akan mampu membuat penonton turut terlibat dalam konflik-konflik
tersebut. Gambaran yang diciptakan Heineman akan peperangan Syria, khususnya,
menjadi salah satu momen terkuat yang hadir dalam film ini. Pengarahan Heineman
sendiri tidak selamanya berlangsung sukses. Dengan sempitnya wilayah pengisahan
dalam naskah cerita A Private War, pengarahan Heineman beberapa kali
terasa goyah dengan kehadiran ritme pengisahan yang tidak stabil. Kadang terasa
menghabiskan waktu terlalu lama dengan berjalan perlahan dan kadang terasa
terlalu memburu untuk menuturkan kisahnya.
Terlepas dari berbagai kelemahan yang ada, satu hal yang pasti,
Pike tampil fantastis sebagai Marie Colvin. Penampilan prima Pike adalah alasan
terkuat mengapa A Private War tidak pernah terasa membosankan
meskipun tampil dengan banyak momen penceritaan yang kurang tergarap rapi. Pike
tidak hanya memberikan karakternya penampilan luar fisik yang menyerupai
seorang Marie Colvin. Penjiwaan Pike akan karakternya hadir dengan daya tarik
dan kharisma yang begitu meyakinkan – mulai dari ketangguhan, keberanian,
hingga momen-momen kerapuhan seorang Marie Colvin. Jelas merupakan salah satu
penampilan akting terbaik Pike di sepanjang karirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar