Sebelum membahas ada apa saja dengan film. Sebaiknya kita
mengetahui lebih jauh mengenai, apa itu yang dimaksud dengan Film? Film adalah
media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan
kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. (Effendy,
1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja
tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat
mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi.
Pesan dalam film adalah menggunakan mekanisme lambang – lambang yang ada pada
pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya.
Film juga dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap
massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar
dan suara yang hidup. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak
dalam waktu singkat. Ketika menonton film penonton seakan-akan dapat menembus
ruang dan waktu yang dapat menceritakan kehidupan dan bahkan dapat mempengaruhi
audiens.
Berikut ini adalah beberapa istilah yang sering muncul dalam
membicarakan film atau sinematografi:
1. Shot
Shot adalah sebuah pengambilan gambar tunggal yang merupakan
bagian dari scene. Kalau dianalogikan dengan buku, shot adalha sebuah kalimat.
Ada beberapa macam tipe Shots dalam pengambilan gambar yang sering digunakan
dalam produksi film dan video diantaranya adalah:
1.
EWS (Extreme Wide Shot)
Extreme wide shot merupakan
tipe shot yang digunakan untuk menunjukkan sebuah lingkungan dimana subyek film
berada. Tipe shot ini seringkali dipakai untuk membangun suasana sebuah adegan,
subyek film terkadang hampir tak tampak dalam visual karena penggunaan sudut
pandang lebar yang ekstrim.
2.
Very Wide Shot (VWS)
Very
Wide Shot merupakan
tipe shot sangat luas, namun secara visual lebih sempit jika dibandingkan
dengan tipe Extreme wide shot. Pengambilan
gambar dengan tipe Very Wide Shot
ini masih sangat memungkinkan untuk mengambil banyak subyek dalam
sebuah frame. Meskipun subjek film sudah dapat terlihat dengan shot ini, tetapi
belum ada penekanan, karena tipe shot ini masih dalam rangka membangun suasana
lingkungan dimana subyek film berada
3.
Wide Shot (WS)
Wide Shot, subjek
sudah dapat diidentifikasikan dengan jelas karena telah memenuhi frame gambar
meski terdapat jarak diatas kepala dan dibawah kaki. Penggunaan jarak diatas
dan dibawah subyek tersebut digunakan untuk ruang aman agar lebih nyaman untuk
dilihat. Tipe Wide Shot di
beberapa lingkungan produksi juga sering disebut Long
Shot, Full Shot dan Total Shot,
dimana subyek ditampilkan secara keseluruhan.
4.
Mid Shot (MS)
Mid Shot atau
sering disebut juga sebagai Medium Shot merupakan
shot yang menunjukkan beberapa bagian dari subjek secara lebih rinci, pada
subyek manusia tipe shot ini akan menampilkan sebatas pinggang sampai
atas kepala. Tipe Mid
Shot masih memiliki ruang untuk memberi keleluasaan subyek
dalam bergerak, shot ini sering juga digunakan sebagai permulaan
pengambilan gambar sebelum kameraman mengambil gambar lebih dekat untuk
mengekpose reaksi dan emosi subyek.
Bagi penonton tipe shot ini masih dirasakan seolah-olah mereka sedang
melihat seluruh subjek. Shot ini sering digunakan saat subyek berbicara untuk
memberi informasi, misalnya pada waktu wawancara, pengambilan gambar presenter
televisi maupun saat dialog dalam film fiksi.
5. Medium Close Up (MCU)
Medium Close Up merupakan jenis shot untuk menunjukkan wajah subyek agar lebih jelas dengan ukuran shot sebatas dada hingga kepala. Ekpresi wajah dari tipe shot ini sudah bisa ditangkap melalui frame kamera.
6.
Close Up (CU)
Tipe shot Close Up sering
digunakan untuk menekankan keadaan emosional subyek. Tipe shot ini biasanya
mengambil subyek manusia hanya bagian kepala saja. Close
up juga berguna untuk menampilkan detail dan dapat digunakan
sebagai cut-in. Wide
Shot dan Mid Shot biasa
digunakan untuk memberikan fakta-fakta dan informasi umum,
sedangkan pengambilan gambar dengan tipe close
up dapat digunakan untuk merekam ekspresi wajah subyek lebih
mendalam, sehingga penonton dapat turut merasakan emosi yang diutarakan oleh
subyek
7.
Extreme Close Up (ECU, XCU)
ECU (juga dikenal sebagai XCU) merupakan tipe shot
untuk menampilkan detail obyek, misalnya mata, hidung, atau telinga.
Melakukan pengambilan gambar dengan Extreme
Close Up perlu pertimbangan khusus, hal ini jarang sekali dilakukan
apabila tidak ada alasan yang kuat.
8.
Cut-In (CI)
Cut-In adalah
tipe shot yang diambil secara khusus dengan menunjukkan beberapa bagian
dari subjek secara rinci. Hal ini biasanya digunakan untuk menekankan emosi
subyek, misalnya gerakan tangan, gerakan kaki, atau yang lainnya sehingga bisa
menunjukkan antusiasme, agitasi, kegelisahan, atau apapun yang dialami subyek
9.
Cutaway (CA)
Cutaway adalah
jenis shot yang digunakan untuk membangun situasi, subjek bisa berbeda,
misalnya hewan kesayangan milik subyek, bagian yang berbeda dari subjek
misalnya properti milik subyek, atau apa pun. Cutaway ini bisa digunakan
sebagai penguat suasana shot dan menambah informasi tertentu tentang subyek
melalui bahasa visual.
10.
Two Shot
Two Shot
merupakan tipe shot yang menampilkan dua orang dalam satu frame kamera, tipe
shot ini dapat digunakan untuk membangun hubungan antara subjek satu
dengan lainnya, masing-masing subyek dapat saling berinteraksi dan
terlibat dalam gerakan atau tindakan dalam pengambilan gambar. Tipe shot ini
juga sering digunakan ketika dua presenter sedang membawakan
acara ataupun memperkenalkan dua orang secara bersamaan.
11.
Over the Shoulder Shot (OSS)
Over the Shoulder Shot merupakan
tipe shot yang dilakuakan untuk dua subyek, namun pengambilan gambar dilakuakan
dari belakang bahu salah satu subyek. Orang yang dihadapi subjek biasanya harus
menempati sekitar 1/3 frame. Tipe shot ini biasa digunakan dalam sebuah
percakapan dua subyek, Framing gambar bisa dilakukan bergantian sehingga visual
dapat terlihat dinamis.
12.
Noddy Shot
Noddy Shot biasanya
digunakan dalam wawancara maupun dialog. Tipe shot ini juga digunakan untuk
menangkap respons maupun reaksi salah satu subyek saat subyek lain bicara dalam
pengambilan gambar Over the Shoulder shot.
13.
Point-of-View Shot (POV)
Point-of-view shot adalah
tipe shot yang menunjukkan sesuatu dari sudut pandang subjek,
dalam hal ini fungsi kamera sebagai mata subjek.
14.
Weather Shot
Weather Shot merupakan
tipe shot yang menjelaskan tentang cuaca dimana subyek berada. Shot-shot cuaca
biasanya juga dapat digunakan untuk mewakili suasana hati subyek.
2.
Scene
adalah sebuah
kesatuan dramatik yang terdiri dari satu atau beberapa shot. Scene biasanya
mengambil tempat yang berurutan dalam waktu, sama dalam setting dan sama
penggunaan karakternya. Kalau shot adalah kalimat, scene bisa dianalogikan
dengan paragraf.
3.
Sequence
adalah sebuah
kesatuan dramatik yang terdiri dari beberapa scene yang biasanya dipertalikan
dengan momentum emosi dan naratif.
4. Genre
adalah kategori
yang luas tentang jenis film yang bisa dilihat dari kisaran cerita maupun cara
membuatnya seperti, dokumenter,drama,komedi,komedi situasi, suspense, thniller,
horor,science fiction,detektif,cop shows, action,animasi,klasik,musical dan
lain-lain.
5. Series
adalah rangkaian
program televisi dengan standar format dengan karakter utama yang sama dengan
cerita yang berlainan setiap episodenya.
6. Serial
adalah rangkaian
program televisi dimana setiap episode merupakan dari episode yang sebelumnya
dengan cerita yang berkelanjutan. Contoh: sinetron,soap opera
7. Sequel
adalah film yang
ceritanya merupakan bagian dari film yang lainnya, contoh Hannibal yang
merupakan bagian dari Silence of the Lambs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar