Jumat, 29 Maret 2019

Tahap Perencanaan Produksi


a.      Scheduling
Merupakan penjadwalan seluruh tahap yang akan dikerjakan dalam sebuah produksi yang dimulai dari pra produksi, produksi hingga paska produksi. Daftar pekerjaan yang telah dijadwal dengan rapi ini sering disebut dengan Master Checklist/Master Schedule/Schedule
Pembuatan jadwal ini sangat penting untuk bisa menghasilkan produksi secara tepat waktu sehingga pemborosan biaya yang sering terjadi saat produksi molor dari jadwal bisa dihindari. Penentuan urutan tahapan kegiatan,tenggang waktu, penanggungjawab dan (kalau ada) catatan tambahan dilakukan berdasarkan kesepakatan tim, meskipun biasanya dilakukan berdasarkan urutan waktu yang paling dekat sampai yang paling jauh. sedangkan pengelolaan maupun pengontrolan pekerjaan baik dari segi kualitas pekerjaan maupun jumlah waktu yang digunakan dilakukan oleh produser.

b.      Location Hunting
Setelah melakukan pencarian lokasi sesuai yang ditentukan dalam skenario, perlu susun location list yang memuat seluruh lokasi yang akan digunakan pada saat shooting yang dilengkapi dengan keterangan interior atau eksterior pada setiap lokasi maupun catatan lain yang diperlukan.
Pembuatan daftar lokasi ini sangat diperlukan untuk shooting terutama untuk menentukan equiptment yang akan digunakan seperti property, set,kamera,lighting,filter,reflektor,generator set maupun peralatan lain yang sangat bergantung pada lokasi yang akan digunakan.
c.       Equiptmen Preparing
Untuk mengantisipasi kebutuhan alat mendadak yang sangat merepotkan dalam sebuah produksi video/film,dalam tahap pra produksi diperlukan penyusunan equiptment list yang memuat seluruh peralatan yang akan digunakan saat shooting.
Yang termasuk dalam perlengkapan shooting ini adalah bahan baku seperti kaset atau film, kamera, mikropon,lighting, kaset/film, monitor TV, assecories kamera, Vtr dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan naskah.
Dalam setiap jenis peralatan yang dibutuhkan perlu dicantumkan adalah tipe,jumlah peralatan, dan kemungkinan untuk menggunakan peralatan sendiri maupun menyewa. Pembuatan daftar peralatan ini biasanya dilakukan oleh manajer produksi atas permintaan sutradara dan director of photography atau penata kamera.
d.      Set and Property Preparing
Untuk mendukung naskah perlu juga dibuat set and property list yang diperlukan pada saat shooting dengan sekaligus memberi catatan dimana property itu akan dibutuhkan. Pembuatan set list yang meliputi bentuk dan tempat dimana set akan dibangun ini disusun oleh Set Designer berdasarkan naskah dan keinginan penata artistik, sutradara serta penata kamera.
Sedangkan pembuatan Property list meliputi jenis property, jumlah serta kapan akan digunakan property tersebut. Property list yang disusun oleh property manager ini sama halnya dengan set list dibuat berdasarkan naskah dan keinginan penata artistik,sutradara serta penata kamera.
e.      Wardrobe and Make up Preparing
Siapan baju atau kostum yang diperlukan agar sesuai dengan naskah disusun oleh costume designer dengan memberi catatan dengan jenis baju, asal baju menyewa, baju artis atau membuat baru serta talent yang akan memakainya dan kapan dia akan memakainya. Catatan yang sama juga disusun oleh Make Up Artist yang memberi catatan pada jenis make up (natural,party-type,art,dll) artist dan kapan akan dipakai. Pekerjaan ini juga dilakukan pula oleh Hairstylist dengan hairstlyle list nya.
f.        Crew Assembling
Pembuatan teamwork atau crew baik yang masuk dalam tim produksi inti; yang bisa dibayar atau dikontrak bulanan atau per proyek maupun tim produksi tambahan yang dibayar harian menjadi tanggung jawab produser dengan masukan dari sutradara dan penata kamera.
g.      Administrasi/Surat menyurat/ Izin/ Kontrak
Semua urusan administrasi yang berupa surat menyurat baik untuk keperluan penyewa peralatan, memperoleh izin penggunaan lokasi tertentu, pembuatan kontrak; untuk pekerja maupun talent yang akan digunakan dan administrasi keuangan dan pembukuan sebaiknya diarsipkan.
h.      Pembuatan Shot List
Pembuatan daftar shot(gambar) yang akan diambil sangat penting untuk memperlancar proses shooting. Penyusunan dari shot satu ke shot lain ini tentu saja akan ditentukan sesuai dengan setiap lokasi untuk memudahkan persiapan peralatan, pembuatan set dan property yang di perlukan serta transportasi baik buat crew maupun talent.  Tugas ini dikerjakan oleh sutradara dibantu dengan asisten berdasarkan skenario atau naskah yang sudah final.

Tidak ada komentar: